Kamis, 19 Juli 2012

PEMROGRAMAN


PENGENALAN DASAR PEMROGRAMAN

Oleh : Riska
 

I. Pengertian
Program adalah pernyataan yang disusun menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan masalah. Pemrograman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman. Bahasa Pemrograman adalah prosedur penulisan program. Programer adalah Orang yang membuat sebuah program.
Terdapat 3 faktor penting dalam bahasa pemrograman :
1. Sintaks adalah aturan penulisan bahasa tersebut (tata bahasanya).
2. Semantik adalah arti atau maksud yang terkandung didalam statement tersebut.
3. Kebenaran logika adalah berhubungan dengan benar tidaknya urutan statement.
Dalam membuat sebuah program, kita harus memakai teknik pemrograman, adapun teknik teknik pemrograman tersebut diantaranya adalah:
 • Pemrograman Procedural
 • Pemrograman functional
 • Pemrograman Terstruktur
 • Pemrograman berbasis modul
 • Pemrograman Berorientasi Objek
 • Pemrograman Generic
 • Pemrograman Deklaratif
II. Kriteria Bahasa Pemrograman
Beberapa kriteria pemilihan sebuah bahasa pemrograman :
• Clarity, simplicity dan unity
Kemudahan, kesederhanaan dan kesatuan merupakan suatu kombinasi yang membantu programer mengembangkan suatu algoritma.
II. Kriteria Bahasa Pemrograman
• Orthogonality
Merupakan suatu atribut yang dapat dikombinasikan dengan beragam fitur bahasa pemrograman sehingga setiap kombinasinya mempunyai arti dan dapat digunakan.
• Kewajaran untuk aplikasi
Bahasa pemrograman harus mempunyai struktur data, operasi-operasi, struktur kontrol dan syntax yang tepat untuk memecahkan suatu masalah.
• Mendukung abstraksi
Abstraksi merupakan suatu hal yang substansial bagi programer untuk membuat suatu solusi dari masalah yang dihadapi.
• Kemudahan untuk verifikasi program
Dengan verifikasi data yang mudah, maka suatu program akan dengan mudah dibangun dan dikembangkan
• Lingkungan Pemrograman
Lingkungan pemrograman dapat berarti editor yang digunakan, dokumentasi yang baik, fasilitas debugging, user interface yang baik ataupun tools lain yang dapat digunakan untuk memudahkan pekerjaan progamer.
• Portabilitas program
Kemudahan program untuk dipakai diberbagai jenis komputer.
• Biaya Penggunaan
a. Biaya eksekusi program
b. Biaya kompilasi program
c. Biaya penciptaan, testing dan penggunaan program
d. Biaya pemeliharaan program
III. Aspek Pemrograman
       Dalam pengolahan data dan pembuatan sebuah program diperlukan beberapa aspek-aspek dasar yaitu :
A. Brainware
Tenaga pelaksana yang menjalankan serta mengawasi pengoperasian sistem unit computer di dalam proses pengolahan data untuk menghasilkan suatu informasi yang tepat waktu, tepat guna dan akurat.
Contoh : Sistem Analis, Programmer, operator, Technical Support, dll.
B. Hardware
Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat keras komputer yang digunakan untuk
membantu proses kerja manusia ( Brainware ).
Contoh : CPU, Monitor, Keyboard, Harddisk, Disk drive, dll.
C. Software
Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat lunak program komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia ( Brainware ).
Contoh : Sistem Software, Application Software, Package Software, dll
IV. Bahasa Pemrograman Berdasarkan Perkembangan
  • Machine Language
Bahasa Pemrograman yang hanya dapat dimengerti oleh mesin ( komputer ) yang didalamnya terdapat CPU yang hanya mengenal 2 (dua) keadaaan yang berlawanan, yaitu :
- Bila tejadi kontak (ada arus) bernilai 1
- Bila kontak terputus (tidak ada arus) bernilai 0
  • Low Level Language (Bahasa tingkat rendah)
Karena susahnya bahasa mesin, maka dibuatlah simbol yang mudah diingat yang disebut dengan “Mnemonics” ( Pembantu untuk mengingat ).
  • Middle Level Language (Bahasa tingkat menengah)
Bahasa pemrograman yang menggunakan aturan-aturan gramatikal dalam penulisan pernyataan, mudah untuk dipahami dan memilik instruksi - instruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer.
Contohnya adalah bahasa C. 
  • High Level Language (Bahasa tingkat tinggi)
Bahasa Pemrograman yang dalam penulisan pernyataannya mudah dipahami secara langsung. Bahasa pemrograman ini terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Procedure Oriented Language
     a. Scientific
       Digunakan untuk memecahkan persoalan Matematis/perhitungan.
Misal : Algol, Fortran, Pascal, Basic
    b. Bussines
Digunakan untuk memecahkan persoalan dalam bidang bisnis.
Misal : Cobol, PL/1.
2. Problem Oriented Language
Misal : RPG (Report Program Generator).
  • Object Oriented Language (Bahasa Berorientasi Obyek)
Bahasa pemrograman yang berorientasi pada obyek. Bahasa pemrograman ini mengandung fungsi-fungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan program tidak harus menulis secara detail semua pernyataannya, tetapi cukup memasukkan kriteria-kriteria yang dikehendaki saja. 
Contohnya : Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual c, dll.


Rabu, 11 Juli 2012

SEJARAH MICROSOFT WORD

SEJARAH MICROSOFT WORD
  Microsoft Word atau Microsoft Office Word adalah perangkat lunak pengolah kata (word processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi lain kemudian dikembangkan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft Windows (1989). Setelah menjadi bagian dari Microsoft Office System 2003 dan 2007 diberi nama Microsoft Office Word.
Perkembangan Sejarah Microsoft Word
Banyak ide dan konsep Word diambil dari Bravos, pengolah kata berbasis grafik pertama yang dikembangkan di Xerox Palo Alto Research Center (PARC). Pencipta Bravo, Charles Simonyi, meninggalkan Xerox PARC dan pindah ke Microsoft pada 1981. Simonyi juga menggaet Richard Brodie dari PARC. Pada 1 Februari 1983, pengembangan Multi-Tool Word dimulai.
Setelah diberi nama baru Microsoft Word, Microsoft menerbitkan program ini pada 25 Oktober 1983 untuk IBM PC. Saat itu dunia pengolah kata dikuasai oleh WordPerfect dan juga WordStar.
Word memiliki konsep "What You See Is What You Get", atau WYSIWYG, dan merupakan program pertama yang dapat menampilkan cetak tebal dan cetak miring pada IBM PC. Word juga banyak menggunakan tetikus yang saat itu tidak lazim sehingga mereka menawarkan paket Word-with-Mouse. Word processor berbasis DOS lain, seperti WordStar dan WordPerfect, menampilkan hanya teks dengan kode markup dan warna untuk menandai pemformatan cetak tebal, miring, dan sebagainya.
Word untuk Macintosh, meski memiliki banyak perbedaan tampilan dari versi DOS-nya, diprogram oleh Ken Shapiro dengan sedikit perbedaan dari kode sumber versi DOS, yang ditulis untuk layar tampilan resolusi tinggi dan printer laser, meskipun belum ada produk seperti itu yang beredar untuk publik. Setelah LisaWrite dan MacWrite, Microsoft pun mencoba untuk menambahkan fitur WYSIWYG ke dalam paket program Word for Macintosh. Setelah Word for Macintosh dirilis pada tahun 1985, program tersebut mendapatkan perhatian yang cukup luas dari masyarakat pengguna komputer. Microsoft tidak membuat versi Word 2.0 for Macintosh, untuk menyamakan versi dengan Word untuk sistem atau platform lainnya.
Versi selanjutnya dari Word for Macintosh, adalah Word 3.0, yang dirilis pada tahun 1987. Versi ini mencakup banyak peningkatan dan fitur baru tapi memiliki banyak bug. Dalam hanya beberapa bulan, Microsoft mengganti Word 3.0 dengan Word 3.01, yang jauh lebih stabil. Semua pengguna terdaftar dari Word 3.0 dikirimi surat yang berisi salinan Word 3.01 secara gratis, sehingga menjadikan hal ini kesalahan Microsoft paling mahal untuk ditebus pada waktu itu. Word 4.0, yang dirilis pada tahun 1989, merupakan versi yang sangat sukses dan juga stabil digunakan.
Pada rentang tahun 1990-1995, Word for Windows diluncurkan. Versi pertama dari Word for Windows dirilis pada tahun 1989 dengan harga 500 Dolar Amerika Serikat. Dengan dirilisnya Microsoft Windows 3.0 pada tahun selanjutnya, penjualan pun akhirnya terdongkrak naik, mengingat Word for Windows 1.0 didesain untuk Windows 3.0 dan performanya sangat buruk jika dijalankan pada versi sebelumnya. Microsoft menunggu hingga merilis Word 2.0 untuk mengukuhkan Microsoft Word sebagai pemimpin pasar pengolah kata.

Rabu, 04 Juli 2012

PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS



PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER
DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS 
oleh: Riska
P


enggunaan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Dengan menggunakan media pembelajaran maka kegiatan pembelajaran dalam kelas akan efektif sehingga prestasi keberhasilan peserta didik akan tercapai. Kemajuan teknologi telah banyak memberikan kontribusi dalam berbagai hal termasuk dalam rangka membantu peningkatan efektivitas pembelajaran.
Brinton (2001) memberikan beberapa alasan mengapa guru perlu menggunakan media dalam kegiatan pembelajaran bahasa asing, antara lain:
  • Media dapat memberikan konteks situasi;
  • Media dapat memberikan input yang otentik; 
  • Media membantu guru menyajikan materi secara efisien.
Ketiga hal di atas merupakan contoh alasan mengapa media perlu digunakan dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris.
Penggunaan media komputer dalam kegiatan pembelajaran juga menjadikan peserta didik dapat senang dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan (Charles & Charles, 2004: 155).
  • Media dapat Memberikan Konteks Situasi
Salah satu manfaat penggunaan media dalam pembelajaran, terutama media komputer dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris adalah materi yang disajikan dengan media komputer dapat menyajikan konteks situasi. Dalam kegaitan pembelajaran Bahasa Inggris dikenal dengan adanya ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam situasi formal dan informal. Dalam hal ini, peserta didik perlu mengetahui konteks situasi di mana suatu ungkapan digunakan tetapi situasi semacam ini tidak mudah diajarkan kepada peserta didik. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru dapat memanfaatkan media komputer. Peran media komputer adalah dapat menyajikan konteks situasi yang nyata yang dapat mendukung keberhasilan pembelajaran. Penyajian tersebut dapat dilakukan, misalnya dengan gambar atau film/ video yang berhubungan dengan materi yang diajarkan  dan disajikan melalui media komputer.
  • Media dapat Memberikan Input yang otentik
Manfaat yang kedua dari penggunaan media dalam pembelajaran adalah dapat memberikan bahan yang otentik. Bahan yang otentik adalah bahan yang tidak dimaksudkan atau tidak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. Contohnya, artikel dalam majalah atau koran merupakan bahan yang otentik karena artikel tersebut tidak ditujukan untuk keperluan pembelajaran bahasa. Pemanfaatan bahan otentik sangat bermanfaat karena bahan-bahan yang dirancang secara khusus untuk kegiatan pembelajaran sering kali tidak sesuai dengan harapan. Ketika peserta didik dihadapkan dengan bahan yang otentik, mereka tidak dapat memahami bahan tersebut dengan baik karena sudah terbiasa dengan bahan yang disederhanakan. Media komputer akan sangat membantu guru dalam menyediakan bahan-bahan yang otentik. Hal ini dapat dilakukan oleh guru, misalnya dengan memanfaatkan Internet untuk pencarian bahan-bahan materi yang mendukung kegiatan pembelajaran.
  •   Media Membantu Guru Menyajikan Materi Secara Efisien.
Manfaat lain dari penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran, khususnya media komputer, adalah guru dapat menyajikan materi dengan efisien. Banyak hal yang dapat disajikan oleh guru ketika guru mengajar Bahasa Inggris. Sebagai contoh, guru dapat mengajarkan skill listening melalui fasilitas MP3 yang terdapat pada komputer relatif mudah pengoperasiannya jika dibandingkan dengan penggunaan tape-recorder. Fasilitas seperti peta, gambar-gambar, dan kamus
sangat membantu guru dalam mengajar Bahasa Inggris. Fasilitas-fasilitas tersebut selain menarik bagi peserta didik juga tentu akan menyajikan materi secara lebih riil.
Dari paparan di atas kita mengetahui betapa banyak manfaat dalam penggunaan media pembelajaran khususnya penggunaan komputer. Selain memudahkan guru dalam menyampaikan materi, juga dapat membantu peserta didik untuk lebih memahami materi yang diajarkan serta  membuat proses pembelajaran menjadi tidak monoton dan lebih menarik peserta didik.